Kapan Sebaiknya Melaksanakan Aqiqah ?

Aqiqah merupakan syariat Islam yang hukumnya sunnah dilaksankan tetapi ada beberapa ulama yang menghukuminya menjadi wajib. Maksud dari hukum sunnah ini adalah sunnah muakkad yakni jika mampu maka sebaiknya dilaksanakan. Namun jika tidak memiliki kemampuan maka tidak dilaksanakan juga tidak berdosa tetapi sangat dianjurkan.

Saat ini telah hadir penyedia jasa aqiqah di berbagai kota besar di Indonesia. Seperti halnya jasa aqiqah Jakarta yang memberikan berbagai paket aqiqah sehingga memungkinkan untuk melaksanakan aqiqah dengan dana terbatas. Karena itulah jika anda memiliki nikmat jarunia berupa anak yang baru lahir bisa segera di aqiqahkan. Sebenarnya kapan sebaiknya melaksanakan aqiqah ?

apan Sebaiknya Melaksanakan Aqiqah
Bayi lahir sebaiknya segera diaqiqahkan setelah 7 hari. Sumber Unsplash

Waktu Aqiqah

Ada berbagai pendapat yang berbeda di kalangan ulama menyikapi kapan sebaiknya melaksanakan aqiqah. Dari semua ulama pada dasarnya mengemukakan pendapat bahwa yang paling afdhol adalah hari ketujuh setelah kelahiran. Yang masih menjadi perdebatan adalah bagaimana jika sudah melebihi hari ketujuh namun belum melaksanakan aqiqah? Apakah masih boleh malksanakan aqiqah.

Menurut Dalil Hadits

Jika kita merujuk dalil dari hadits maka akan menunjukkan pada hari ketujuh. Silahkan baca dalil waktu aqiqah berdasarkan hadits shahih Samuroh bin Jundub berikut ini.

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– قَالَ « كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

Dari Samuroh bin Jundub, Rasulullah SAW bersabda,

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur (habis) rambutnya dan diberi nama.”

(HR. Abu Daud no. 2838, An Nasai no. 4220, Ibnu Majah nol. 3165, Ahmad 5/12. Syaikh Al Albani menyampaikan bahwa hadits yang menjelaskan waktu aqiqah tersebut di atas yakni shahih)

dari dalil itulah di peroleh informasi bahwa aqiqah sebaiknya pada hari ketujuh. Mulai dari ulama dan juga penyelenggara bisnis aqiqah menyarankan pelaksanaan aqiqah sebaiknya pada hari ketujuh. Dan untuk penyelenggara jasa aqiqah bermodal kecil basanya menyarankan aqiqah sesegera mungkin agar modal yang diperoleh segera bisa diputar.

Menurut Pendapat Ulama Mazhab

Ada beberapa pendapat mengenai waktu pelaksanaan aqiqah. Masing masing pendapat tentu saja memiliki dasar dalil yang menurut mereka kuat. Berikut empat mazhab beserta pembahasannya mengenai waktu penyelenggaraan aqiqah.

1. Syafi’iyah dan Hambali

Ulama madzhab Syafi’iyah dan Hambali memiliki pendapat bahwa waktu aqiqah dimulai dari kelahiran sang bayi. Mereka juga menganggap bahwa hukumnya itu tidak sah apabila aqiqah dilaksanakan sebelum bayi lahir. Memotong binatang sebelum bayi lahir maka dianggap sebagai sembelihan biasa bukan merupakan sembelihan aqiqah.

Ulama dari Syafi’iyah juga memiliki pendapat bahwa waktu aqiqah bisa diperpanjang. Meski begitu, lakukan aqiqah sebelum anak baligh (dewasa). Karena bila baligh belum juga diaqiqahi, maka aqiqahnya sudah gugur. Artinya orang tua tidak berkewajiban mengaqiqahkan lagi.

Golongan Syafi’iyah pun memiliki pendapat bahwa orang yang baligh boleh mengaqiqahi diri sendiri. Karena Ulama Syafi’iyah berpandangan bahwa aqiqah itu kewajiban sang ayah. Sementara para ulama kalangan Hambali berpandangan bahwa bila aqiqah tidak mampu hari ke-7, maka disunnahkan dan boleh hari ke-14, hari ke-21 dan seterusnya.

2. Hanafiyah dan Malikiyah

Sedangkan para ulama madzhab Hanafiyah dan Malikiyah berpandangan bahwa waktu aqiqah paling sunnah yakni pada hari ketujuh. Ulama Malikiyah pun membatasi bahwa waktu aqiqah setelah hari ke-7 dianggap sudah gugur. Karena itulah mereka memandang bahwa aqiqah harus hari ke tujuh.

Aqiqah Setelah Dewasa

apan Sebaiknya Melaksanakan Aqiqah
Kambing aqiqah. Sumber Unsplash

karena sebagian besar penduduk Indonesia adalah penganut mazhab syafi’i maka banyak diantara kaum musli Indonesia mengaqiqahi diri sendiri ketika dewasa. Alasannya adalah orang tua mereka belum mampu mengaqiqahkan ketika ia masih bayi. Dan hal ini umum terjadi. Maka bagi anda yang menganut mazhab syafi’i diperbolehkan melakukan aqiqah setelah anda dewasa bahkan anda bisa mengaqiqahkan diri sendiri.

Itulah ulasan mengenai kapan sebaiknya melaksanakan aqiqah menurut berbagai aliran mazhab. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel kami lainnya tentang destinasi wisata di Jogja yang terkenal mistis. Terimakasih.